Inderapura, Humas — Apa yang menentukan nilai sebuah botol? Bagi Haryani, bukan bentuk wadahnya, tetapi apa yang ada di dalamnya. Analogi itu digunakan saat menyampaikan pesan kepada siswa MTsN 10 Pesisir Selatan dalam upacara bendera, Senin (10/8).
“Jika botol minum diisi dengan jus atau madu, tentu nilainya akan tinggi. Sebaliknya, jika diisi dengan kotoran, botol tersebut tidak akan bernilai dan bahkan akan dibuang,” ujarnya.
Haryani menjelaskan, botol dalam analogi tersebut menggambarkan diri seorang pelajar. Sementara ilmu pengetahuan, iman, akhlak, dan kebiasaan baik menjadi isi yang menentukan kualitas dirinya.
Karena itu, ia mengajak siswa tidak hanya mengejar pengetahuan. Sebagai pelajar madrasah, siswa juga perlu membangun akhlak dan meningkatkan ketaatan dalam beribadah.
“Ilmu yang kita miliki hendaknya membentuk akhlak dan membuat kita semakin taat dalam beribadah,” pesannya.
Menurut Haryani, pengetahuan yang tidak disertai akhlak belum cukup untuk membentuk pribadi yang baik. Pendidikan perlu menghasilkan siswa yang mampu menerapkan ilmu dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Upacara berlangsung di lapangan MTsN 10 Pesisir Selatan dan diikuti siswa, guru, serta pegawai madrasah.
Kepala MTsN 10 Pesisir Selatan, Azwar Alif, mengatakan amanat dalam upacara menjadi salah satu sarana madrasah memberikan penguatan karakter dan nilai keagamaan kepada siswa.
“Pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut membentuk pribadi yang berakhlak, beriman, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Ia berharap pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa untuk terus belajar, menjaga akhlak, dan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.
Azwar mengatakan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan di madrasah. Siswa diharapkan tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keteguhan iman.
Pesan sederhana tentang sebuah botol itu pun menjadi pengingat bagi siswa bahwa kualitas diri ditentukan oleh apa yang mereka pilih untuk mengisi kehidupan. (Rahayu)