Gurun Panjang, Humas -- Kementerian Agama Republik Indonesia terus mendorong transformasi digital dalam sistem pengawasan pendidikan madrasah melalui penerapan Madrasah Governance Information System (MAGIS).
Demikian disampaikan Kepala MTsN 3 Pesisir Selatan, Alfauzan, saat membuka sosialisasi MAGIS, di ruangan kepala madrasah tersebut, Jumat (21/2).
Lebih lanjut disampaikan, aplikasi ini diharapkan menjadi standar nasional dalam monitoring dan evaluasi terhadap madrasah kita, dalam rangka efisiensi dari segala hal, juga sebagai upaya untuk memudahkan pengawas madrasah, kepala madrasah serta guru dalam melakukan supervisi dan pengawasan di madrasah.
Alfauzan juga menambahkan sebagai bagian dari implementasi MAGIS tersebut, hari ini MTsN 3 Pessel menerima tawaran hebat dari pengawas madrasah untuk melakukan sosialisasi, dengan harapan seluruh guru telah mendapatkan pemahaman tentang MAGIS ini secara menyeluruh.
Kamad tersebut berharap dengan telah mengikuti sosialisasi aplikasi MAGIS ini, seluruh guru dapat menggunakannya dengan baik, karena kemajuan teknolgi khususnya di madrasah benar-benar nyata adanya dan sebuah keniscayaan.
Kemudian Sri Anita Zauja selaku Pengawas MTs dan MA Kabupaten Pesisir Selatan, dalam sosialisasi menegaskan bahwa MAGIS merupakan inovasi digital yang akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan madrasah minimal tentu bagi madrasah yang masuk dalam binaan masing-masing pengawas.
“Dengan aplikasi ini memungkinkan pengawas melakukan monitoring, evaluasi, serta pelaporan secara sistematis dan real-time, demikian juga kepala madrasah, Dengan digitalisasi ini kualitas pendidikan madrasah di Indonesia khususnya di Pesisir Selatan diharapkan semakin meningkat,” ujarnya.
Pasca sosialisasi, diharapkan kepala madrasah dan perwakilan guru madrasah yang telah menerima sosialisasi, langsung dapat melaksanakan diseminasi kepada guru-guru lainnya di MTsN 3 Pessel.
Sri Anita Zauja juga menambahkan bahwa langkah sosialisasi tersebut bertujuan untuk memastikan implementasi aplikasi MAGIS dapat diterapkan secara luas di lingkungan kerja MTsN 3 ke depannya.
Diseminasi yang nanti disampaikan oleh perwakilan guru yang telah mengikuti sosialisasi merupakan bagian dari komitmen pengawas madrasah dalam mendukung kesuksesan digitalisasi sistem pendidikan madrasah.
Sri Anita Zauja juga meminta, dengan implementasi MAGIS, pengawasan madrasah diharapkan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data real time, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Pesisir Selatan khususnya, dan secara nasional pada umumnya (desva/Zon)