Punggasan, Humas — MTsN 5 Pesisir Selatan memperkuat peran guru dan tenaga kependidikan dalam mencegah bullying melalui briefing yang digelar di ruang majelis guru, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Nomor B-732/Kw.03/PP.00/07/2026 tentang Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Madrasah.
Briefing dipimpin Kepala MTsN 5 Pesisir Selatan, Syofya Riantito. Ia menegaskan bahwa upaya mencegah kekerasan dan perundungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah. Guru dan tenaga kependidikan diminta berperan aktif melakukan deteksi dini terhadap berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, sosial, maupun siber.
Selain itu, guru diharapkan mengedepankan pendekatan yang edukatif dalam membina peserta didik sesuai nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman dan nyaman hanya dapat terwujud melalui kepedulian serta kerja sama seluruh warga madrasah.
Dalam briefing tersebut, Syofya juga menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan madrasah. Di antaranya membentuk tim pencegahan kekerasan dan bullying, memasang media edukasi berupa slogan dan poster anti-bullying, serta memperkuat pengawasan dan komunikasi antara guru, wali kelas, peserta didik, dan orang tua.
"Disiplin harus dimulai dari diri kita sebagai pendidik. Ketika guru mampu menjadi teladan dalam sikap, tanggung jawab, dan kedisiplinan, peserta didik akan lebih mudah mencontoh perilaku positif tersebut. Demikian pula dalam upaya mencegah bullying, semuanya berawal dari kepedulian, keteladanan, dan kerja sama seluruh warga madrasah," kata Syofya.
Selain membahas pencegahan bullying, briefing juga menekankan pentingnya budaya disiplin di lingkungan madrasah. Guru dan tenaga kependidikan diingatkan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam kehadiran, pelaksanaan tugas, administrasi pembelajaran, serta menjaga etika, integritas, dan profesionalisme. (rhma)