Dikunjungi Kakanwil, Tim ZI dan ASN MAN 2 Pessel Dapatkan Pembinaan

Sago, Humas -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mahyudin, melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan pembinaan terhadap pelaksanaan Pembangunan Manajemen Pemerintahan Zona Integritas (PMP-ZI) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di MAN 2 Pesisir Selatan pada Senin (14/4). 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, Kasubbag TU, Yossef Yuda.

Kepala MAN 2 Pesisir Selatan, Ahmad Asdi, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan PMP-ZI di madrasah.

“PMP-ZI di MAN 2 Pesisir Selatan telah dimulai sejak tahun 2019. Meski sempat terseok-seok, kami terus berupaya melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap eviden-eviden yang dibutuhkan setiap tahunnya,” ungkap Ahmad Asdi.

Alhamdulillah, hingga kini MAN 2 Pesisir Selatan tetap menjadi rujukan bagi madrasah lain, baik di lingkungan Sumatera Barat maupun luar daerah.”

Ia juga menyampaikan harapan besar agar dengan pembinaan dan bimbingan dari Kakanwil, MAN 2 Pesisir Selatan dapat terus melangkah menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Selama tiga tahun berturut-turut, MAN 2 Pesisir Selatan juga berhasil meraih juara 1 dalam pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) hingga tahun 2023. Meski kini tidak lagi diikutsertakan dalam ajang yang sama karena peraturan lomba, prestasi tersebut menjadi bukti komitmen madrasah dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Pesisir Selatan, Yufrizal, menegaskan pentingnya soliditas tim dalam membangun Zona Integritas.

“Kita harus menjadi juara bersama-sama. Tidak ada masalah yang terlalu berat jika kita bergerak dalam satu tim yang solid dan harmonis. Ini adalah visi yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, menyampaikan bahwa pembinaan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga upaya strategis untuk mewujudkan madrasah yang lebih baik di masa mendatang. 

Ia mengapresiasi capaian Kementerian Agama secara nasional yang menurut hasil lembaga survei berhasil menempati posisi membanggakan menjelang 100 hari kerja Menteri Agama.

Mahyudin juga menegaskan bahwa integritas birokrasi di lingkungan Kementerian Agama kini terus diperkuat. “Bapak Menteri Agama telah memberi teladan luar biasa. Ia menegaskan tidak akan ada ‘cawe-cawe’ terhadap jabatan maupun proyek yang ada di Kementerian Agama. Ini menjadi contoh nyata bagaimana integritas itu dibangun dari atas dan dijaga hingga ke unit terkecil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam dunia pendidikan, madrasah mendapat perhatian besar dari pemerintah. Mulai dari guru, bangunan, hingga fasilitasnya disediakan oleh negara, berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang banyak mengandalkan swadaya masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pendidikan berbasis nilai dan integritas.

Mahyudin juga mengingatkan pentingnya lima budaya kerja Kementerian Agama, Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan yang tetap relevan dan menjadi fondasi dalam menjalankan tugas.

“Kita tidak semua bisa masuk ke kategori PMP-ZI. Maka, saat ada satuan kerja yang terpilih, ini menjadi kebanggaan bersama. Kami ucapkan terima kasih dan harapannya ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pungkasnya.

Ia mengajak seluruh elemen madrasah untuk menjaga kekompakan, baik di dalam maupun luar tim ZI, dengan melibatkan semua pihak agar pembangunan Zona Integritas dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (Wina/Zn)


Editor: Afnizon
Fotografer: Wina