Talaok, Humas — Untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama RI, empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Pesisir Selatan, yakni MIN 4, MIN 6, MIN 7, dan MIN 8, berkolaborasi menggelar Workshop Pendampingan Pembelajaran Mendalam dan KBC. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (11–12/10), di Aula Serbaguna MIN 7 Pesisir Selatan.
Workshop diikuti oleh seluruh majelis guru dari empat madrasah tersebut dengan menghadirkan narasumber Darwin, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN Insan Cendekia Padang Pariaman. Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Madrasah.
Ketua pelaksana kegiatan, Suatri, yang juga Kepala MIN 7 Pesisir Selatan, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembaruan kurikulum sejalan dengan perkembangan zaman.
“Proses pembelajaran harus kita perbaiki agar siswa mampu berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Workshop dibuka secara resmi oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Aplil Rahnur, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan agar para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan keikhlasan.
“Ikuti dengan sepenuh hati, gali ilmu dari narasumber, dan tanamkan semangat untuk membawa madrasah kita berprestasi,” pesannya.
Pada sesi materi, narasumber Darwin memaparkan strategi penerapan pembelajaran mendalam serta konsep Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya membentuk peserta didik yang unggul secara intelektual dan spiritual. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang berorientasi pada nilai kasih sayang, karakter, dan pemaknaan dalam setiap proses belajar.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para guru terlihat antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan praktik pembelajaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antar madrasah dapat memperkuat implementasi kurikulum berbasis cinta dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. (EN)