Pasar Baru, Humas -- Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menumbuhkan karakter dan akhlak mulia, MIN 5 Pesisir Selatan mengadakan Expose Program Madrasah dalam rangka implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada hari Rabu (18/6).
Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua peserta didik, guru dan tenaga Pendidik ,serta dihadiri langsung oleh Kakankemenag Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal. Dalam Kegiatan Expose ini, MIN 5 Pesisir Selatan membentuk Program Guru Asuh yang merupakan bagian dari Madrasah Ramah Anak.
Kegiatan Expose ini berlangsung di Gedung A MIN 5 Pesisir Selatan, dan kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi antara sekolah dan orang tua dalam menjalankan proses pembelajaran yang berfokus pada cinta sebagai nilai dasar pendidikan.
Kepala MIN 5 Pessel, Novarida, menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya kasih sayang, empati, penghargaan terhadap sesama, serta cinta terhadap ilmu, lingkungan, dan nilai-nilai keislaman.
Novarida menyebutkan, bahwa penerapan kurikulum ini merupakan respons terhadap tantangan zaman yang menuntut pendidikan, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kecerdasan emosional.
"Kita tidak bisa hanya mencetak anak-anak yang pintar di atas kertas, tetapi juga harus membentuk pribadi yang berakhlak mulia, peduli terhadap orang lain, serta mencintai Tuhan dan ciptaan-Nya. Kurikulum ini di rancang dengan ruh cinta di setiap aspek pembelajarannya," ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa madrasah memiliki tanggung jawab spiritual yang besar dalam membentuk insan kamil, dan itu hanya dapat terwujud bila ada sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Kakankemanag Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, mengapresiasi atas langkah inovatif MIN 5 Pesisir Selatan. Dalam arahannya, ia menyatakan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan nilai-nilai Islam.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Pendidikan yang berangkat dari cinta akan menghasilkan anak-anak yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga lembut hati dan kokoh dalam iman. Semoga madrasah ini menjadi pelopor pendidikan karakter yang utuh di Pesisir Selatan,” tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab dan diskusi terbuka, para orang tua memberikan tanggapan positif terhadap program ini. Salah satu wali murid menyampaikan harapannya terkait adanya Pogram Yang akan direnacakan Madrasah.
“Kami merasa lebih tenang saat anak-anak belajar di madrasah yang tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan. Kalau bisa, kami juga ingin diberikan pembinaan parenting agar bisa sejalan dengan pendidikan di rumah,” ujarnya antusias.
Acara ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan besar bahwa langkah ini akan membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. (Aujia Irva Yensi/Zn)