Hari Kedua Lokakarya MTsN 3 Pesisir Selatan, Guru Perkuat Implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam

Painan, Humas – Lokakarya MTsN 3 Pesisir Selatan memasuki hari kedua pada Selasa (23/6) di Sago Murni Hotel. Kegiatan ini menghadirkan Widyaprada Ahli Madya BBPMP Sumatera Barat, Supriyanto, sebagai narasumber yang memberikan penguatan terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Lokakarya yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 3 Pesisir Selatan tersebut mengusung tema “Dengan Lokakarya Mari Implementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam untuk Mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia.”

Dalam paparannya, Supriyanto menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, pembelajaran mendalam perlu dirancang agar memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain membahas konsep pembelajaran mendalam, Supriyanto juga mengenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam dunia pendidikan. Berbagai aplikasi dan platform AI diperkenalkan sebagai sarana pendukung bagi guru dalam menyusun perangkat ajar, membuat instrumen asesmen, mengembangkan media pembelajaran digital, serta membantu proses evaluasi pembelajaran.

Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena dinilai relevan dengan kebutuhan transformasi digital di bidang pendidikan. Melalui pemanfaatan teknologi AI, guru diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

Kepala MTsN 3 Pesisir Selatan, Sumarlin, menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para pendidik. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh selama lokakarya dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas.

“Lokakarya ini menjadi momentum bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan. Dengan semangat belajar dan berinovasi, kita optimistis dapat mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan berdaya saing,” ujarnya.


Editor: -
Fotografer: Rahma