Kayu Kalek, Humas – Guru MTsN 11 Pesisir Selatan melanjutkan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning memasuki hari kedua, Jumat (24/7). Kegiatan difokuskan pada penyusunan perangkat ajar dan penguatan pemahaman tentang akreditasi madrasah sebagai bagian dari peningkatan mutu pembelajaran.
Workshop diawali dengan sesi In House Training (IHT) yang dipandu Armen. Pada sesi tersebut, peserta mendalami penyusunan perangkat pembelajaran yang sistematis, efektif, dan selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan pemerintah.
Untuk mengoptimalkan proses penyusunan perangkat ajar, peserta dibagi berdasarkan rumpun mata pelajaran. Melalui diskusi kelompok, para guru saling bertukar gagasan dan menyusun perangkat pembelajaran sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran.
Pada sesi berikutnya, Nofriandi menyampaikan materi tentang akreditasi madrasah. Ia menjelaskan bahwa akreditasi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan yang bertujuan mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan layanan kepada peserta didik.
Kepala MTsN 11 Pesisir Selatan, Aprisal, turut mengikuti seluruh rangkaian workshop dan memberikan motivasi kepada peserta agar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi profesional.
"Mari kita ikuti workshop ini dengan baik karena momen ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengajar," ujarnya.
Menurut Aprisal, akreditasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan perbaikan mutu madrasah secara berkelanjutan. Karena itu, seluruh warga madrasah diharapkan berperan aktif dalam memenuhi standar mutu pendidikan.
Workshop hari kedua diharapkan menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas sekaligus memperkuat kesiapan MTsN 11 Pesisir Selatan dalam menghadapi akreditasi serta menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam proses pembelajaran. (Muffi/Cici)