Lumpo, Humas — Mengisi kemerdekaan tidak selalu dilakukan dengan perjuangan di medan perang. Bagi pelajar, belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, berakhlak, dan meraih prestasi menjadi bentuk perjuangan di masa kini.
Pesan tersebut disampaikan Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan, Darwis, saat menjadi pembina upacara bendera di madrasah setempat, Senin (10/8). Pesan itu disampaikan di hadapan seluruh siswa, guru, dan pegawai MTsN 7 Pesisir Selatan.
Darwis mengajak siswa mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan harta, tenaga, hingga nyawa untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
“Para pahlawan telah mempertaruhkan harta, tenaga, bahkan nyawa untuk meraih kemerdekaan. Kemerdekaan bukanlah hadiah, tetapi sesuatu yang diperjuangkan dengan penuh pengorbanan,” ujarnya.
Menurut Darwis, perjuangan tersebut perlu dilanjutkan generasi muda melalui peran masing-masing. Pelajar dapat mengambil bagian dengan meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
“Mari kita isi kemerdekaan dari sisi pendidikan. Sebagai siswa, sudah sepantasnya kita belajar lebih giat dan disiplin,” katanya.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak menjadikan pendidikan hanya sebagai jalan memperoleh nilai. Pendidikan, kata Darwis, harus menjadi proses membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Selain pendidikan, Darwis mengajak siswa menjaga persatuan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan madrasah.
“Berjuang untuk negara tidak hanya dengan mengangkat senjata, tetapi juga dengan membangun kebersamaan dan menjauhi perpecahan,” tuturnya.
Darwis juga meminta siswa tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau persoalan yang dapat memicu perpecahan. Ia mengajak siswa menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan.
Ia berharap momentum kemerdekaan mendorong siswa untuk menghasilkan karya dan prestasi. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya muncul pada bulan Agustus, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya bertanya apa yang sudah diberikan negara kepada kita. Mari bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan untuk negara, madrasah, keluarga, dan lingkungan,” pesannya. (AM)