Kakankemenag Buka Kegiatan Lokakarya di MTsN 2 Pesisir Selatan

Talaok, Humas — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Pesisir Selatan,  Yufrizal secara resmi membuka Lokakarya bertajuk “Menyiapkan Generasi Emas Melalui Implementasi Pembelajaran Mendalam” di ruang serbaguna MTsN 2 Pesisir Selatan, Selasa (12/08).

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini agar dapat memberikan semangat dan warna baru dalam proses pembelajaran menjelang Tahun Pelajaran Baru 2025/2026.

Dalam sambutannya, Yufrizal menekankan pentingnya pendidikan yang dibangun atas dasar cinta, kasih sayang, dan pendekatan emosional dalam membentuk karakter siswa.

“Pendidikan dengan semburan api cinta yang mewarnai nilai-nilai kasih sayang dan pendekatan emosional sangat penting dalam membentuk karakter siswa,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar pendekatan emosional, melainkan strategi pembelajaran yang mengedepankan empati, komunikasi, dan kedekatan antara guru dan siswa dalam semangat kasih sayang.

“Saya meyakini bahwa memberikan api semangat dan mewarnai kehidupan belajar bagi siswa adalah fondasi kokoh untuk melahirkan generasi berakhlak dan berdaya saing tinggi,” tegas H Yufrizal.

Selain itu, Kakankemenag mengingatkan sejumlah hal penting, antara lain bahwa pendidikan harus dilakukan secara sadar dan terencana, serta perlunya dukungan dan komunikasi yang baik antara guru dan kepala madrasah.

“Saya mengenal karakter kepala madrasah kita yang serba cepat dan lincah. Berikan dukungan dan sampaikan masukan agar ke depan lebih baik dan tepat sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Kepala MTsN 3 Pesisir Selatan, Alfauzan, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti seluruh guru MTsN 2 Pesisir Selatan dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan (BBPMP) Padang, Sumatera Barat, Delviati. Materi yang disampaikan meliputi kurikulum berbasis cinta untuk menciptakan siswa dan guru yang berkarakter.

Pada hari kedua, materi difokuskan pada pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Kurikulum Merdeka, serta dilengkapi dengan pelatihan public speaking, analisis data belajar siswa, personalisasi materi, dan penerapan sistem evaluasi cerdas.

Selama lokakarya, peserta mengikuti berbagai sesi interaktif, diskusi kelompok, dan praktik penggunaan platform teknologi. (Jafril)


Editor: saa
Fotografer: Humas