Painan, Humas -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, H. Yufrizal, menjadi narasumber Seminar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Triza Hotel, Senin (28/9), dengan tema “Peran Strategis GOW dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau.”
Dalam pemaparannya, Yufrizal menekankan pentingnya menghadirkan nilai agama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, agama tidak hanya menjadi landasan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga perlu diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menjaga martabat, dan menolak segala bentuk kezaliman.
“Pencegahan kekerasan perlu dibangun dari nilai yang hidup dalam masyarakat. Nilai agama menjadi landasan, sementara kearifan lokal dapat menjadi penguat dalam membangun sikap dan perilaku yang saling menghormati,” ujar Yufrizal.
Ia menjelaskan, dalam konteks masyarakat Minangkabau, nilai agama dan adat berjalan melalui filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Prinsip tersebut dapat menjadi pijakan dalam memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan.
Yufrizal juga mengaitkan pembahasan dengan Sumbang Duobaleh yang memuat etika dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, kearifan lokal tersebut dapat dikontekstualisasikan sebagai bagian dari edukasi untuk menanamkan penghormatan terhadap sesama dan menjaga marwah dalam kehidupan bermasyarakat.
“GOW memiliki peran strategis untuk memperkuat edukasi nilai agama dan budaya di tengah masyarakat. Upaya pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi perempuan, keluarga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi tersebut, penguatan nilai agama dan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, bermartabat, serta bebas dari kekerasan terhadap perempuan.