Tapan, Humas -- Pelaksanaan upacara bendera di MIN 12 Pesisir Selatan berlangsung khidmat. Penaikan bendera merah putih dilaksanakan oleh siswa-siswi madrasah, Senin (24/2).
Dalam pelaksanaan upacara kali ini juga terasa sedikit berbeda daripada biasanya, karena dihadiri oleh Kepala KUA Basa Ampek Balai Tapan, Hendri Nalfinas, sekaligus lansung menjadi pembina upacara.
Dalam amanatnya, Hendri Nalfinas menyapa seluruh peserta upacara dengan menggunakan Bahasa Arab seperti Sabahal Khair, kaifa halukum dan lain-lain.
Hal ini juga berkaitan dengan program madrasah bilingual oleh Kementerian Agama, yaitu kemampuan menguasai dua bahasa asing selain bahasa ibu yakni bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa pengantar. Program madradah bilingual sebagaimana telah di launching oleh Kanwil Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat beberapa hari yang lalu.
Salah satu tujuannya yaitu untuk membentuk generasi yang unggul dalam aspek religius, terampil dalam menggunakan dua bahasa, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan, baik dari siswa maupun gurunya.
Kepala MIN 12 Pessel, Nurhamita, mengungkapkan, jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah takut salah. Saat kita mau mencoba, maka jalan menuju sukses akan semakin terbuka.
Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala KUA semua siswa dan seluruh majelis guru yang telah menyempatkan hadir di lapangan MIN 12 Pesisir Selatan untuk mengikuti kagiatan upacara rutin ini.
Melalui kegiatan ini juga, diharapkan bisa memupuk jiwa nasionalisme dalam diri, menghargai jasa pahlawan, cinta tanah air, dan bangga menjadi warga negara Indonesia.
Selain itu, upacara bendera juga melatih para siswa untuk belajar mengembangkan kompetensi, kepemimpinan dan kemandirian, serta membimbing seseorang untuk menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab dan rasa percaya diri. (HN/Zon)