Tarusan, Humas—Kepala MTsN 4 Pesisir Selatan, Fextoria, menegaskan komitmen mewujudkan lingkungan madrasah yang bebas dari perundungan (bullying) saat membuka Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 di musala MTsN 4 Pesisir Selatan, Senin (3/8). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembinaan di setiap kelas oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta guru Psikologi.
Dalam arahannya, Fextoria mengingatkan seluruh murid agar tidak melakukan perundungan, baik secara fisik maupun verbal. Ia menegaskan bahwa setiap warga madrasah memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
"Saya akan terus memantau lingkungan MTsN 4 Pesisir Selatan. Madrasah ini harus benar-benar bebas dari bullying. Jika terbukti ada murid yang melakukan perundungan, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku di madrasah," tegasnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dedi Sutendi, juga mengingatkan pentingnya membangun karakter disiplin dan saling menghormati. Ia mengajak seluruh murid mematuhi tata tertib madrasah sebagai bagian dari pembentukan pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, dan berintegritas.
Selain itu, Dedi mengingatkan murid agar memanfaatkan telepon genggam secara bijak. Menurutnya, perangkat digital dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat apabila digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
"Gunakan handphone untuk hal-hal positif, seperti mencari referensi pelajaran dan menambah wawasan. Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) membutuhkan banyak sumber belajar yang dapat diakses secara digital," ujarnya.
Melalui kegiatan MATAMUDA, MTsN 4 Pesisir Selatan menanamkan nilai disiplin, saling menghormati, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. (AW)