MAN 2 Pesisir Selatan Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi Kabupaten Layak Anak

Sago, Humas -- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pesisir Selatan melaksanakan verifikasi lapangan Hybrid Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) pada Rabu (11/6). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia secara daring.

MAN 2 Pesisir Selatan ditunjuk sebagai salah satu satuan pendidikan yang mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam penilaian pelaksanaan Sekolah Ramah Anak. Evaluasi ini bertujuan untuk memantau kesiapan madrasah dalam pemenuhan Hak Anak (PHA) serta Perlindungan Khusus Anak (PKA).

Dalam proses verifikasi, Suhardi selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala Madrasah memaparkan berbagai fasilitas yang dimiliki oleh MAN 2 Pesisir Selatan. Ia menyebutkan keberadaan perpustakaan yang strategis di bagian depan madrasah, ruang Bimbingan Konseling (BK) sebagai pusat konsultasi siswa, serta ruang seni yang dilengkapi alat musik seperti drumband dan band sebagai sarana pengembangan bakat seni peserta didik.

Selain itu, madrasah juga memiliki ruang Pelayanan Satu Pintu (PTSP) untuk membantu siswa dalam pengurusan dokumen administratif, ruang UKS untuk layanan kesehatan, laboratorium, dan ruang pramuka yang telah menorehkan berbagai prestasi.

“Fasilitas ini menunjukkan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh,” ungkap Suhardi.

Suhardi juga memperlihatkan beragam karya kreatif siswa yang dipajang di mading sekolah, termasuk buket bunga hasil kerajinan tangan siswa sebagai bagian dari penguatan keterampilan kewirausahaan. 

Berbagai prestasi siswa, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, turut dipamerkan dalam sesi virtual, yang menunjukkan dampak nyata dari dukungan madrasah terhadap potensi dan prestasi anak.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap anak, madrasah yang berdiri di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan CCTV yang terpasang di berbagai sudut strategis. Sistem ini digunakan untuk memantau aktivitas siswa dan menjamin keamanan lingkungan madrasah.

“Kami berkomitmen menjadi madrasah yang anti perundungan (bullying). Semua guru dan tenaga pendidik telah mendapat pelatihan terkait penerapan prinsip-prinsip ramah anak,” tambah Suhardi.

Sebanyak 80 guru di MAN 2 Pesisir Selatan telah mengikuti pelatihan sekolah ramah anak, sebagai bagian dari upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan pelaksanaan verifikasi ini, MAN 2 Pesisir Selatan menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program Kabupaten Layak Anak dan menjadi contoh sekolah yang memprioritaskan hak serta perlindungan bagi setiap peserta didik. (Wina/Zn)


Editor: Afnizon
Fotografer: Wina