Kapelgam, Humas -- MIN 7 Pesisir Selatan terus menanamkan nilai-nilai karakter dan sopan santun kepada peserta didiknya melalui berbagai kegiatan rutin. Salah satu tradisi yang terus dilestarikan adalah budaya salaman setelah upacara bendera setiap Senin pagi. Budaya ini menjadi simbol penghormatan dan kebersamaan antara siswa, guru, serta seluruh warga madrasah, Senin(17/2).
Setelah upacara selesai, para siswa berbaris rapi mendatangi para guru dan tenaga kependidikan untuk bersalaman. Dengan penuh hormat dan kesantunan, mereka menjabat tangan para guru sebagai bentuk rasa terima kasih serta penghormatan terhadap ilmu yang diberikan.
Kepala MIN 7 Pesisir Selatan, Azwar Alif, menyampaikan bahwa kebiasaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari pembentukan karakter siswa.
“Budaya salaman ini merupakan salah satu cara menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik kepada siswa. Mereka belajar untuk menghormati guru, membangun kebersamaan, serta mempererat hubungan antara guru dan murid,” ujarnya.
Selain itu, budaya salaman juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial antar warga madrasah. Para siswa merasakan kedekatan emosional dengan guru-guru mereka, yang pada akhirnya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan harmonis.
Budaya ini jarang sekali diterapkan di madrasah ataupun sekolah lainnya, MIN 7 Pesisir Selatan merupakan salah satu madrasah yang membiasakan budaya ini secara rutin.
“Insya Allah budaya yang baik untuk peserta didik akan terus kita lestarikan ditengah-tengah kritisnya akhlak generasi muda saat ini," ujar Azwar.
Dengan adanya tradisi ini, Elym Karlina sebagai koordinator kesiswaan, berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari siswa. Budaya salaman setelah upacara bendera bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter generasi yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. [LS] Zon