MIN 1 Pesisir Selatan Perkuat Pendidikan Karakter melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Lubuk Aur, Humas — MIN 1 Pesisir Selatan menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (KMA 1503) Tahun 2025, Kamis (18/12). Kegiatan ini menjadi upaya strategis madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui integrasi nilai-nilai cinta dalam pembelajaran.

Workshop diikuti oleh seluruh guru MIN 1 Pesisir Selatan serta perwakilan guru dari MIN 3 dan MIN 5 Pesisir Selatan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Sumardi, serta dihadiri kepala masing-masing madrasah.

Dalam sambutannya, Sumardi menegaskan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan merupakan keniscayaan yang harus disikapi dengan kesiapan dan kemauan untuk terus belajar. Ia mengajak para pendidik memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.

“Perubahan tidak dapat dihindari dan justru membawa banyak manfaat. Karena itu, guru perlu terus belajar agar mampu memahami dan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran,” ujarnya.

Narasumber kegiatan, El Azadivon Fhelsi, Widyaiswara BDK Provinsi Sumatera Barat, menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan kurikulum pengganti, tetapi upaya menanamkan nilai-nilai Panca Cinta dalam setiap materi dan aktivitas pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Pesisir Selatan, Wiwi Sartika, berharap seluruh peserta mengikuti workshop dengan penuh konsentrasi dan kesungguhan. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang hangat, inklusif, serta mendukung perkembangan peserta didik.

“Semoga nilai cinta berupa kasih sayang, empati, dan kepedulian dapat benar-benar hadir di ruang kelas,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, guru diharapkan semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat. (Humas)


Editor: -
Fotografer: Humas Madrasah