Inderapura, Humas — MTsN 10 Pesisir Selatan menggelar Lokakarya Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertema "Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Cinta melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)", Kamis (23/7). Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan itu bertujuan memperkuat kompetensi pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada kasih sayang dan pembentukan karakter peserta didik.
Lokakarya dibuka oleh Kepala MTsN 10 Pesisir Selatan, Azwar Alif. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi demi memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Sumardi, dengan narasumber Agusrida.
Dalam arahannya, Yufrizal menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus diawali dari kemampuan guru mencintai diri sendiri sebelum menumbuhkan kasih sayang kepada peserta didik.
"Kita tidak bisa mencintai orang lain jika belum mampu mencintai diri sendiri," katanya.
Pada kesempatan itu, Yufrizal juga mengapresiasi berbagai capaian MTsN 10 Pesisir Selatan, termasuk aksi solidaritas guru yang memberikan sepeda motor kepada guru honorer, Hamdani. Sebagai bentuk dukungan, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp1.500.000 serta menyatakan komitmennya membantu Hamdani menyelesaikan pendidikan Magister (S2) di UIN Imam Bonjol Padang.
Yufrizal turut menyampaikan filosofi pensil sebagai motivasi bagi para pendidik. Menurutnya, sebagaimana pensil yang harus diraut agar tetap tajam, guru juga perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Sementara penghapus menjadi simbol bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih baik. (Rahayu)