Kayu Kalek, Humas -- MTsN 11 Pesisir Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengadakan sebuah lokakarya penting bertajuk Implementasi Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta, (22/08). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 22–23 Agustus 2025 di Pandan View Resort dan Resto, Mande. Suasana yang sejuk dan nyaman di lokasi tersebut semakin mendukung terciptanya diskusi serta pembelajaran yang penuh semangat dan kekeluargaan.
Lokakarya ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Bapak Yufrizal, beserta jajarannya. Kehadiran beliau memberikan arti penting bagi seluruh peserta, baik guru maupun tenaga kependidikan, karena menunjukkan dukungan penuh dari pihak Kemenag terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. Kehadiran pemimpin di tengah-tengah guru menjadi energi tambahan bagi peserta untuk mengikuti kegiatan dengan antusias.
Acara dibuka secara resmi oleh Kakan Kemenag Pesisir Selatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dapat bertatap muka dan bersilaturahmi dengan seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa silaturahmi merupakan pintu awal untuk membuka komunikasi yang sehat. Komunikasi yang baik, jelasnya, dapat melahirkan energi positif, yang pada akhirnya akan melahirkan berbagai inovasi baru dalam dunia pendidikan.
Beliau juga menekankan bahwa salah satu aspek yang harus terus dijaga dalam pengelolaan sekolah adalah keterbukaan. Tidak hanya dalam penyampaian ide, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan antara pihak sekolah dan komite. Transparansi tersebut menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan serta kebersamaan dalam mengelola madrasah menuju arah yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Yufrizal juga menyampaikan pandangan mendalam mengenai peran seorang guru. Menurutnya, guru bukan hanya pengajar yang menyampaikan ilmu, tetapi lebih dari itu, guru adalah sosok yang menciptakan manusia masa depan. Guru adalah orang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk membentuk generasi baru agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Guru, lanjut beliau, dituntut untuk tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan menanamkan nilai moral serta akhlak mulia kepada siswa. Oleh karena itu, guru harus senantiasa meningkatkan kualitas diri, baik dari segi ilmu, keterampilan, maupun kepribadian. Hanya dengan cara itu, guru dapat benar-benar membawa generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.
Selain menekankan tentang peran guru, Kakan Kemenag Pesisir Selatan juga mengingatkan pentingnya program Mari Mengaji yang saat ini terus digalakkan oleh Kemenag. Program ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah gerakan besar untuk membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter Islami. Menurut beliau, mengaji adalah pondasi utama dalam membentuk pribadi yang kuat menghadapi arus globalisasi.
Setelah sambutan dari Kakan Kemenag, acara dilanjutkan dengan sesi inti yang dibawakan oleh narasumber utama, Ibu Sri Anita Zauja. Beliau merupakan sosok pendidik sekaligus pemerhati pendidikan yang sudah banyak terlibat dalam pengembangan kurikulum berbasis cinta. Kehadirannya membawa warna tersendiri dalam lokakarya kali ini, karena beliau mampu mengajak peserta untuk berpikir mendalam tentang hakikat pendidikan. (Muffi/Cici)