Kayu Kalek, Humas — MTsN 11 Pesisir Selatan menggelar rangkaian kegiatan bermakna pada jam pelajaran pertama hingga kedua, Rabu (21/01). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan pegawai sebagai bentuk apresiasi prestasi peserta didik sekaligus penghormatan atas pengabdian tenaga pendidik yang pindah tugas.
Kegiatan diawali dengan pelepasan Kontingen Pramuka yang akan mengikuti kegiatan di MAN 2 Pesisir Selatan, Painan, serta Kontingen Pencak Silat yang bertolak ke Bukittinggi. Pelepasan ini menjadi wujud dukungan dan doa dari keluarga besar madrasah agar para siswa dapat tampil optimal dan mengharumkan nama MTsN 11 Pesisir Selatan pada ajang yang diikuti.
Selanjutnya, madrasah melaksanakan pelepasan enam orang guru yang pindah tugas, yakni Jemy Pratama (PJOK), Firman Hidayat (IPS), Winda Kumala Sari (PKN), Helya Syahnita (Bahasa Inggris), Rani Alin Fitri (Matematika), dan Novimi Sarni (IPS). Suasana haru mewarnai kegiatan saat para guru menyampaikan permohonan maaf serta pesan perpisahan kepada seluruh civitas akademika madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 11 Pesisir Selatan, Syofya Riantito, menyampaikan doa dan harapan agar para guru yang pindah tugas senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan di tempat pengabdian yang baru.
“Perpindahan tugas ini bukan akhir dari silaturahmi, melainkan awal dari pengabdian di tempat yang berbeda. Semoga Bapak dan Ibu guru dapat terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi madrasah serta masyarakat,” ujar Syofya Riantito.
Pada kesempatan yang sama, MTsN 11 Pesisir Selatan juga menyambut tiga orang guru baru, yakni Nofrial, Nurhamita, dan Melda Winda. Kehadiran guru baru tersebut diharapkan dapat membawa semangat dan kontribusi positif bagi peningkatan mutu pendidikan di madrasah.
Kegiatan berlangsung penuh haru, mengingat dua dari guru yang pindah tugas telah mengabdi selama lebih dari enam tahun, sementara empat lainnya telah bertugas selama dua tahun. Banyak guru dan siswa tampak meneteskan air mata saat prosesi perpisahan berlangsung.
“Ini merupakan awal dari langkah baru. Semoga dengan kembali mengabdi di kampung halaman, para guru dapat semakin memaksimalkan perannya sebagai pendidik. Silaturahmi harus tetap terjaga meskipun jarak memisahkan,” tutup Syofya Riantito.
Acara ditutup dengan sesi salaman dan saling bermaafan antara guru, siswa, serta tenaga kependidikan, yang semakin mengharukan dengan iringan lagu perpisahan. (Muffi/Cici)