Kayu Kalek, Humas – Upacara bendera rutin di MTsN 11 Pesisir Selatan pada Senin (15/09), tidak hanya menjadi ajang peneguhan disiplin, tetapi juga sarana sosialisasi bahaya bullying bagi seluruh siswa. Bertindak sebagai pembina upacara, Guru Bimbingan Konseling Indri Rahmadhani menekankan pentingnya menjaga tata tertib, kelengkapan atribut, serta menjauhi perilaku perundungan di lingkungan madrasah.
Dalam amanatnya, Indri mengingatkan bahwa berpakaian lengkap dan rapi saat upacara bukan sekadar aturan, tetapi latihan disiplin yang membentuk kebiasaan positif. Ia juga menyoroti masalah keterlambatan dan kebiasaan siswa meninggalkan pelajaran, yang dapat merugikan masa depan mereka.
Lebih lanjut, Indri menekankan bahwa bullying dalam bentuk mengejek, mendorong, memukul, maupun mengucilkan teman tidak boleh dibiarkan.
“Jadilah murid yang membuat teman merasa aman, bukan membuat teman menjadi takut,” pesannya.
Ia mengibaratkan bullying seperti sampah yang menumpuk di kelas, jika tidak segera dibersihkan, akan merusak kenyamanan belajar. Mereka diajak untuk membiasakan sikap saling menghargai dan melindungi sehingga madrasah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Upacara yang dilaksanakan oleh petugas dari kelas IX.6 ini berjalan lancar dan tertib hingga akhir. Melalui amanat pembina, diharapkan siswa semakin disiplin, mematuhi tata tertib, menghargai waktu belajar, serta menjauhi perilaku bullying demi mewujudkan MTsN 11 Pesisir Selatan yang unggul dan berkarakter. (Muffi/Cici)