Lumpo, Humas — MTsN 7 Pesisir Selatan menggelar Panen Karya Ekoteologi perdana berupa panen tanaman terung ungu di lingkungan madrasah, Sabtu (12/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Panen karya dihadiri Pengawas Madrasah Hj. Fithidayati, Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan Darwis, N., para wakil kepala madrasah, Ketua Komite beserta anggota, guru, pegawai, dan seluruh keluarga besar MTsN 7 Pesisir Selatan.
Tanaman terung ungu yang dipanen sebelumnya ditanam dan dirawat bersama oleh warga madrasah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pemanfaatan lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan Darwis mengatakan, Panen Karya Ekoteologi merupakan keberlanjutan dari penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dimulai melalui kegiatan menanam terung bersama siswa baru madrasah.
“Panen karya Ekoteologi hari ini adalah keberlanjutan dari penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dimulai dengan menanam pohon terung bersama siswa baru madrasah,” ujar Darwis.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan MTsN 7 Pesisir Selatan melalui berbagai bidang. Menurutnya, madrasah tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan.
“Kita akan terus konsen dalam memajukan madrasah, baik dalam bidang akademik, karakter, maupun pengembangan potensi lingkungan madrasah,” tegasnya.
Kegiatan Panen Karya Ekoteologi perdana tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili Pengawas Madrasah Hj. Fithidayati.
Dalam sambutannya, Fithidayati menyampaikan apresiasi kepada Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan beserta seluruh jajaran yang telah berinovasi dalam mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan.
Fithidayati berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga menjadi program yang berkelanjutan di MTsN 7 Pesisir Selatan.
Panen terung ungu perdana tersebut diharapkan menjadi awal keberlanjutan program ekoteologi di MTsN 7 Pesisir Selatan. Melalui kegiatan tersebut, madrasah berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun karakter siswa melalui kegiatan yang nyata dan bermanfaat. (AM)