P5P2RA di MIN 7 Pessel, Lestarikan Budaya Batik Tradisional Jumputan

Kapelgam, Humas -- Di tengah era modernisasi, tradisi membatik terus dilestarikan melalui berbagai kegiatan edukatif, salah satunya melalui program P5P2RA di MIN 7 Pesisir Selatan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan budaya lokal kepada siswa, tetapi juga melatih keterampilan kreatif yang bernilai ekonomi, Sabtu (22/2).

MIN 7 Pessel memilih tema pelestarian budaya dalam kegiatan P5P2RA mereka. Salah satu kegiatannya adalah praktik membuat batik jumputan, sebuah teknik batik sederhana yang menggunakan pewarnaan kain dengan cara diikat dan dicelup. Kegiatan pembuatan batik jumputan ini memberikan berbagai manfaat bagi siswa, baik dari segi pendidikan, sosial, maupun budaya,

Kepala MIN 7 Pesisir Selatan, Azwar Alif dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah penting dalam mendidik siswa untuk mencintai budaya bangsa. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk implementasi dari program P5P2RA.

Kegiatan pembuatan Batik Jumputan dalam program P5P2RA di MIN 7 Pessel menjadi salah satu upaya nyata dalam melestarikan budaya bangsa melalui pendidikan. Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga membentuk karakter siswa agar lebih kreatif, mandiri, dan mencintai warisan budaya Indonesia di tengah era modernisasi.

Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh siswa kelas tinggi saja yakni kelas empat, lima dan enam saja. Dengan semangat ini, diharapkan generasi muda dapat terus menjaga tradisi dan budaya bangsa untuk masa depan yang lebih baik. [Elsa/Zon]


Editor: Afnizon
Fotografer: Elsa