Bayang Utara, Humas -- Program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia, Asta Protas (Aksi Strategis Pelayanan Umat), terus memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Salah satu pilar penting dari program ini adalah ekoteologi, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan, Senin (19/5).
Sebagai wujud implementasi nyata dari pilar ekoteologi tersebut, para Penyuluh Agama Islam non-PNS yang baru lulus dalam seleksi PPPK Tahap I Tahun 2024 di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara ikut berpartisipasi pada kegiatan penanaman bibit pohon. Kegiatan berlangsung di lingkungan Kantor Urusan Agama IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Adapun bibit yang ditanam antara lain pohon jambak dan pohon coklat, sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus penanaman nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Empat penyuluh yang menjadi pelaksana kegiatan ini adalah, Edelwita, Marlina, Desi Arisanti dan Susi Sulastri. Kegiatan tersebut turut disaksikan dan didukung oleh Kepala KUA IV Nagari Bayang Utara, A. Fajri Kurniawan, beserta Penyuluh agama lainnya, dan staf.
Dalam sambutannya, A. Fajri Kurniawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyuluh atas inisiatif mulia ini. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran penting dalam menggerakkan kesadaran lingkungan melalui pendekatan keagamaan.
"Asta Protas bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata. Penanaman pohon hari ini adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk masa depan, dan bagian dari tanggung jawab kita sebagai insan beriman terhadap ciptaan Allah," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pemantik semangat bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Penanaman pohon tidak hanya sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai bentuk ibadah ekologis, menjaga amanah bumi dari Sang Pencipta. (Tim Humas KUA IV Nagari Bayang Utara, Yosi Purnama Sari/Y/Zn)