Pepi Rosanti, Penyuluh Agama Kabupaten Pesisir Selatan Menuju Nasional

Painan, Humas -- Pepi Rosanti Penyuluh Agama Islam asal Kabupaten Pesisir Selatan, berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjadi Juara I Penyuluh Agama Islam Award 2025 Tingkat Provinsi Sumatera Barat dalam kategori Pendamping Kelompok Rentan (Disabilitas). 

Atas pencapaian tersebut, ia terpilih sebagai utusan Sumatera Barat untuk kompetisi serupa di tingkat Nasional.  

Pepi yang berasal dari kampung Sumedang Nagari Nyiur Melambai Kecamatan Ranah Pesisir ini memiliki tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan terutama bagi kelompok rentan. 

Dengan latar belakangnya sebagai sarjana Komunikasi Penyiaran Islam membuat Pepi mudah menjalin hubungan emosional dengan berbagai kalangan, termasuk insan disabilitas yang pada dasarnya tidak mudah untuk didekati. 

Perempuan kelahiran 28 Agustus 1986 ini mengawali karirnya sebagai wartawan. Sebelum akhirnya menemukan panggilan hati sebagai Penyuluh Agama Islam di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan. 

Saat dikonfirmasi, Pepi menjelaskan salah satu alasan pengabdiannya sebagai Penyuluh Agama Islam, dikarenakan keprihatinannya terhadap pembinaan keagamaan pada insan disabilitas.

“Sebagai Wartawan Harian Umum Singgalang saya lebih banyak dipercayakan pada pemberitaan bidang sosial dan religi. Hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk berbuat lebih terhadap kelompok rentan," ungkapnya, Kamis (19/6).

Sejak 2012 Pepi Rosanti aktif sebagai Penyuluh Agama Islam di Kota Padang. Kemudian 2017 berlanjut mengabdikan diri di tanah kelahirannya Kabupaten Pesisir Selatan. Disinilah titik balik perjuangannya terhadap Kelompok Rentan Insan Disabilitas. 

“Disaat saya mengabdi di kampung halaman, Kabupaten Pesisir Selatan, saya berjuang bersama kawan-kawan membentuk organisasi disabilitas sejak tahun 2018, dan menyadari bahwa pentingnya kepedulian terhadap insan disabilitas, baik memperjuangkan lingkungan yang inklusi dan bimbingan keagamaan” tuturnya.

Menurutnya, disetiap kesempatan, Pepi terus berupaya menyuarakan tentang disabilitas. Seiring berjalannya waktu perjuangan tersebut mendapat apresiasi baik dari masyarakat maupun insatnsi pemerintah. 

Atas kegigihannya dalam memperjuangkan kelompok disabilitas, banyak prestasi yang telah ia raih, diantaranya sebagai "Perempuan Inspiratif" Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2023 yang juga mengusung tema disabilitas.  

Prestasi tersebut bukanlah yang pertama bagi Pepi, ia kerap masuk nominasi dan meraih penghargaan serupa di tingkat kabupaten dan provinsi, Juara III Perempuan Inspiratif 2023, kemudian Juara I Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Kabupaten (2023, 2024, 2025), juara II Tingkat Provinsi (2023) dan juara III Tingkat Provinsi (2024)

Pepi turut memperkaya pendekatannya dalam penyuluhan, Pepi memiliki karya nyata dalam menulis. Saat ini telah ada empat buku yang telah mempunyai ISBN dan sedang dalam proses buku kelima yang menceritakan, kilas balik kisah disabilitas. 

Selain itu, Pepi juga aktif sebagai pengurus bidang Humas Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pesisir Selatan, yang merupakan salah satu organisasi disabilitas yang mendapat kepercayaan mengelolah dana hibah dari Australia melalui program KIAT 2024 dan 2025.

Kesuksesan tersebut didukung oleh pelatihan dan pengalamannya, seperti Pelatihan Moderasi Beragama, Digital Marketing bersama KIAT (Kemiteraan Indonesia Australia), serta keterlibatan dalam komunitas literasi dan disabilitas.  

Pepi berharap dengan membawa nama Sumatera Barat, ia bertekad untuk terus memperjuangkan kebijakan yang lebih inklusif bagi kelompok disabilitas di tingkat nasional.

"Penghargaan ini adalah tanggung jawab saya untuk terus bersuara bagi yang sering terdiamkan," tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, memberikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa yang diraih oleh Pepi Rosanti Penyuluh Agama Islam Pessel yang berhasil lolos ke ajang kompetisi penyuluh agama tingkat nasional tahun 2025.

Dalam keterangannya, Kakankemenag menyatakan bahwa prestasi ini adalah bukti nyata dedikasi, kerja keras, serta inovasi yang dilakukan oleh para penyuluh agama di lapangan.

"Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Keberhasilan ini tidak hanya membawa nama baik penyuluh yang bersangkutan, tetapi juga mengharumkan nama Kemenag Pesisir Selatan di tingkat nasional. Ini adalah hasil kerja yang konsisten dalam memberikan penyuluhan yang edukatif, inklusif, dan solutif kepada masyarakat," ujar Yufrizal.

Yufrizal menambahkan, Kemenag Pessel senantiasa mendorong penyuluh agama untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital dan modern saat ini.

"Kami terus membina dan memfasilitasi para penyuluh untuk meningkatkan kapasitas mereka. Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam membangun karakter umat melalui pendekatan keagamaan yang damai dan konstruktif," lanjutnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi penyuluh agama lainnya di Pesisir Selatan untuk terus berkarya dan berkontribusi secara positif dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, termasuk kelompok rentan. Pepi/Zn


Editor: Afnizon
Fotografer: Humas