Sago, Humas -- Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti halaman MAN 2 Pesisir Selatan pada Kamis (17/4), saat madrasah menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas XII tahun ajaran 2024/2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk berpamitan dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Hadir dalam kegiatan ini berbagai unsur penting masyarakat seperti Kapolsek, Babinsa, Koramil IV Jurai, Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan, pengurus komite, Wali Nagari, Kepala KUA Kecamatan IV Jurai, wali murid kelas XII.
Dalam sambutannya, Zebri Tri Wandi selaku perwakilan kelas XII mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para guru dan orang tua atas segala bimbingan dan dukungan selama ini. "Kami berdoa semoga semua yang Bapak/Ibu berikan menjadi amal jariyah. Kepada adik-adik, tetap semangat belajar meraih cita-cita. Jika ada hal yang perlu ditanyakan kepada kami, insyaallah kami siap membantu," ujarnya.
Sebagai kenang-kenangan, kelas XII menyerahkan sumbangan berupa panggung permanen yang megah di halaman madrasah. Secara simbolis, panggung ini diterima oleh Kepala Madrasah, Ahmad Asdi, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut.
“Panggung ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama dalam menyambut kegiatan besar MAN 2 Pesisir Selatan ke depan,” ujarnya.
"Total biaya pembangunan pentas seni mencapai Rp35 juta, dengan subsidi dari orang tua kelas XII sebesar Rp11.500.000. “Ini adalah bentuk gotong royong luar biasa dari keluarga besar MAN 2 Pesisir Selatan,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Ahmad Asdi kembali menegaskan bahwa perpisahan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Ia menargetkan minimal 97% lulusan tahun ini dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Sebanyak 102 siswa sudah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui jalur undangan. Kami berharap tidak ada yang mengundurkan diri karena akan mempengaruhi peluang adik-adik kalian di masa depan,” tegasnya.
Kepala madrasah juga menegaskan bahwa pada pengumuman kelulusan nanti, tidak diperkenankan adanya aksi coret-coret atau konvoi. Kelulusan akan diumumkan melalui WhatsApp resmi MAN 2 Pesisir Selatan dan media lainnya, demi kenyamanan dan keamanan bersama. Pakaian yang tidak lagi digunakan disarankan untuk disumbangkan bagi siswa yang membutuhkan.
Dalam kesempatan ini, Ahmad Asdi menyampaikan salah satu program madrasah yaitu membuat karangan bunga. Karangan bunga hasil karya siswa dan guru pembimbing juga turut menghiasi acara. Hasil penjualan karangan bunga ini akan digunakan untuk mendukung program Asaipullah (Atasi Siswa Putus Sekolah), sebagai bentuk kepedulian sosial madrasah.
Perwakilan wali murid dan komite madrasah turut memberikan sambutan haru dan penuh rasa terima kasih. Mereka menyampaikan permohonan maaf serta doa terbaik untuk anak-anak yang akan melanjutkan perjuangan di jenjang yang lebih tinggi.
Perwakilan dari Kementerian Agama, Sudirman, menutup sambutan dengan pesan inspiratif. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah motor perubahan.
"Setelah 12 tahun menempuh pendidikan, kalian harus siap berubah: secara intelektual, spiritual, dan emosional. Manusia terbang dengan cita-citanya. Maka teruslah bermimpi dan berusaha," tuturnya.
Dengan tema “Perpisahan Bukan Pilihan, Tapi Kesempatan untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, acara pelepasan ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga titik awal untuk mewujudkan impian dan masa depan gemilang bagi siswa-siswi MAN 2 Pesisir Selatan.
Sepanjang acara dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dari siswa kelas X dan XI, termasuk tari daerah seperti tari piring dengan atraksi menginjak pecahan piring. Nyanyian yang mengalun merdu juga ditampilkan dari siswa-siswi berbakat. Penampilan grup musik Mandupes Band (MDP Band) turut menyemarakkan suasana dengan lagu-lagu yang dibawakan ala anak band. (Wina/Zn)