Plt. Kepala MTsN 13 Pessel Supervisi Guru IPA, Perkuat KBC

Batang Kapas, Humas—Plt. Kepala MTsN 13 Pesisir Selatan, Metriadi, melakukan supervisi pembelajaran terhadap guru IPA di kelas IX.3, Jumat (4/9). Supervisi tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran.

Supervisi dilakukan terhadap Oktivaliza, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metriadi mengamati proses pembelajaran, mulai dari kesiapan guru, pengelolaan kelas, penyampaian materi, hingga interaksi dengan peserta didik.

Ia juga memperhatikan penggunaan metode dan media pembelajaran serta keterlibatan aktif peserta didik selama proses belajar mengajar. Supervisi tersebut menjadi bagian dari pembinaan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Metriadi turut melihat penerapan nilai-nilai KBC dalam proses pembelajaran. Para guru MTsN 13 Pesisir Selatan sebelumnya telah mengikuti pelatihan KBC sebagai bagian dari penguatan pembelajaran yang mengedepankan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan pembentukan karakter.

“Guru-guru MTsN 13 Pesisir Selatan sudah mendapatkan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan perlu diwujudkan dalam pembelajaran di kelas,” ujar Metriadi.

Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga perlu memberikan keteladanan dan membangun hubungan positif dengan peserta didik.

“Guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menghadirkan keteladanan, kepedulian, kasih sayang, dan penghargaan terhadap setiap peserta didik,” lanjutnya.

Metriadi menegaskan supervisi bukan kegiatan untuk mencari kesalahan guru. Menurutnya, supervisi menjadi ruang untuk melihat praktik pembelajaran yang sudah baik dan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

“Supervisi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih dapat ditingkatkan. Kita ingin guru terus berkembang dan pembelajaran di madrasah semakin berkualitas,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai KBC tidak berhenti pada pemahaman setelah pelatihan. Nilai tersebut perlu diterapkan dalam cara guru mengajar, berkomunikasi, dan memperlakukan peserta didik.

Melalui supervisi pembelajaran, MTsN 13 Pesisir Selatan mendorong guru melakukan refleksi dan perbaikan secara berkelanjutan. Penerapan KBC diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya pembelajaran di madrasah


Editor: -
Fotografer: Humas Madrasah