Kayu Kalek, Humas -- MTsN 11 Pesisir Selatan menggelar rapat evaluasi kinerja guru dan pegawai, Rabu (23/9). Evaluasi mencakup pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM), kehadiran murid, administrasi pembelajaran, kedisiplinan, serta berbagai kegiatan madrasah.
Dalam evaluasi tersebut, pelaksanaan PBM dinilai menunjukkan perbaikan secara bertahap. Tingkat kehadiran murid juga mengalami peningkatan dan diharapkan dapat dipertahankan. Guru diingatkan untuk melengkapi dan mengumpulkan RPP serta memastikan kelengkapan administrasi pembelajaran.
Guru juga diarahkan menerapkan konsep 3M, yakni memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan, dalam proses pembelajaran. Selain itu, rapat mengevaluasi kegiatan mahasiswa PL bersama guru pamong. Penataan atribut dan kerapian murid turut menjadi perhatian, disertai rencana menghidupkan kembali kegiatan jalan santai atau senam bersama untuk mendukung kebugaran dan kebersamaan warga madrasah.
Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi salah satu agenda evaluasi. Guru diimbau mempersiapkan murid secara optimal, melaksanakan ulangan harian secara teratur, serta memeriksa tugas dan catatan murid secara berkala. Langkah tersebut dilakukan agar tugas dan evaluasi pembelajaran tidak menumpuk menjelang akhir semester.
Pada sesi tanya jawab, rapat membahas sejumlah persoalan kedisiplinan murid, antara lain penggunaan kosmetik, jilbab berbahan tipis atau jilbab sorong, sandal, serta pakaian yang tidak sesuai ketentuan seragam. Mekanisme absensi murid juga menjadi perhatian. Murid yang hadir di madrasah tetap dicatat hadir, sedangkan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap tugas ditindaklanjuti melalui pembinaan.
Madrasah juga membahas penguatan kerja sama dan komitmen dengan orang tua sebagai bagian dari upaya pembinaan murid. Komunikasi antara madrasah dan orang tua dinilai penting untuk mendukung penerapan aturan secara konsisten.
Selain itu, rapat memberikan perhatian terhadap pelaksanaan SOP pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum makan, murid diarahkan membaca doa dan diberi waktu untuk mencuci tangan. Guru yang mengajar saat pembagian MBG wajib mendampingi murid selama makan di kelas. Kondisi makanan juga perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Murid turut diimbau membawa minuman dari rumah untuk mengurangi aktivitas keluar-masuk kelas selama PBM berlangsung. Seluruh arahan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara bersama-sama agar kegiatan madrasah berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Di akhir rapat, seluruh guru dan pegawai diingatkan untuk menjalankan aturan berdasarkan ketentuan yang telah disepakati bersama. Penerapan aturan tidak boleh didasarkan pada ketentuan pribadi yang bertentangan dengan aturan kolektif.
Melalui komunikasi, kebersamaan, dan komitmen seluruh warga madrasah, MTsN 11 Pesisir Selatan terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, kedisiplinan, serta pelayanan kepada murid. (Muffi/Cici)