Calau, Humas -- Selama lima tahun terakhir, di bawah kepemimpinan, Suatri, MIN 8 Pessel konsisten menerapkan aturan disiplin untuk membiasakan ibadah dibulan Ramadhan, Jumat (14/3).
Siswa yang tidak melaksanakan sholat tarawih, tidak berpuasa, atau absen dari sekolah diberikan sanksi edukatif berupa denda, yang bertujuan membangun kesadaran beribadah sejak dini.
Aturan ini bukan sekedar hukuman, tetapi juga cara mendidik siswa agar lebih disiplin dalam beribadah. Menariknya, denda yang terkumpul justru dimanfaatkan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh siswa MIN 8 Pesisir Selatan menjelang Idul Fitri
"Kami ingin menanamkan kebiasaan beribadah dengan disiplin sejak dini. Sanksi ini bukan bentuk hukuman, tetapi cara mendidik mereka agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim," ujar Suatri.
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari guru dan masyarakat. Para guru tidak hanya mengawas, tapi juga membimbing siswa agar menjalankan ibadah dengan baik. Hasilnya, setiap tahun kepatuhan siswa terhadap aturan ini terus meningkat.
Warga Calau yang berada disekitar madrasah juga merasakan dampak positif dari program ini. Orang tua kini lebih mudah mengajak anak-anak mereka untuk rajin beribadah dan bersekolah selama Ramadhan.
"Dulu, banyak anak yang malas berpuasa atau enggan sholat tarawih. Sekarang, mereka lebih semangat karena sudah terbiasa dengan aturan sekolah," ujar Basri, salah satu warga setempat.
Program pembiasaan ini terus berkembang setiap tahun, menciptakan lingkungan yang lebih religius dan disiplin di bulan Ramadhan. Kebijakan ini menjadikan MIN 8 Pesisir Selatan tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak baik dan bertanggung jawab dalam beribadah. (Richi/Za)