Sago, Humas -- MAN 2 Pesisir Selatan menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an Angkatan ke-5, bertempat di halaman madrasah. Sebanyak 102 siswa diwisuda dalam acara penuh haru tersebut. Di antara mereka, dua siswa berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an, yaitu Putri Rahma Ani dari kelas XI IPA 1 dan Kholil Ihsan Harahap dari kelas XI IPK 1, Rabu (16/4).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas capaian luar biasa yang diraih oleh madrasah.
"Kami sangat bangga atas prestasi MAN 2 Pesisir Selatan hari ini. Perkembangan madrasah tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga dalam pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Ini bukti bahwa madrasah mampu bersaing, bahkan dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya," ujar Yufrizal.
Dalam rangkaian acara wisuda, dilakukan pengujian hafal Al Qr’an kepada ketiga wisudawan terbaik: Putri Rahma Ani (30 juz), Kholil Ihsan Harahap (30 juz), dan Fatiyah Hidayatul Fitri (18 juz). Ketiganya menunjukkan kemampuan menyambung ayat dengan baik saat diuji langsung oleh Kepala Kankemenag.
"Hafalan mereka sudah sesuai dengan standar qori dan qoriah yang layak mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)," puji Yufrizal.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Pesisir Selatan, Ahmad Asdi, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan para wisudawan. Ia menyebutkan bahwa capaian ini adalah hasil kerja sama semua pihak, terutama para orang tua siswa.
"Sebanyak 102 siswa diwisuda hari ini, dan dua di antaranya telah hafal 30 juz Al-Qur’an. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Banyak universitas membuka jalur prestasi khusus untuk penghafal Al-Qur’an, dan saya yakin anak-anak kita memiliki masa depan yang cerah. Semoga hafalan ini tidak hanya dijaga, tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Ahmad Asdi.
Perwakilan Komite Madrasah, Suharman Konco Wibowo, juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tahfiz ini.
"Kami sangat mendukung dan merasa bangga. Harapannya, jumlah siswa yang hafal 30 juz akan terus bertambah setiap tahunnya. Karena menghafal Al-Qur’an tidak hanya memperbaiki akhlak, tetapi juga menjadi penjaga diri yang luar biasa di zaman sekarang," ujarnya.
Acara berlangsung dengan khidmat dan haru saat para wisudawan menyampaikan permohonan maaf kepada guru dan orang tua. Tangis haru pecah ketika para siswa bersujud di hadapan orang tua sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan.
Kedepannya, Kankemenag berencana melakukan standarisasi pembelajaran tahfiz tidak hanya di madrasah, tapi juga di tingkat SD, SMP, dan SMA. Salah satu langkah konkret adalah menjadikan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sebagai indikator penilaian mata pelajaran agama.
"Kami ingin semua anak-anak, baik di madrasah maupun sekolah umum, tetap terhubung dengan ilmu keislaman. Kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan pemerintah daerah sangat penting untuk mewujudkan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia," tutup Yufrizal. (Wina/Zn)