Lubuk Nyiur, Humas — Tim Pioneering Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pesisir Selatan menunjukkan ketangkasan dan kekompakan dalam ajang Kemah Karya Pramuka Madrasah (KKPM) Jilid III yang digelar di Bumi Perkemahan MAN 2 Pesisir Selatan, Kamis (22/1).
MIN 2 Pessel menurunkan tim terbaiknya pada cabang lomba Pioneering Jembatan Darurat. Tim yang terdiri dari enam siswa terpilih ini tampil penuh konsentrasi dalam memadukan tongkat dan tali temali di bawah penilaian ketat dewan juri. Perlombaan tersebut menuntut ketepatan simpul, kekuatan ikatan, serta kecepatan waktu dalam membangun konstruksi jembatan yang kokoh dan fungsional.
Di bawah bimbingan pembina pendamping, Hendra Sasputra, tim telah menjalani persiapan intensif sebelum berlaga. Ia menyampaikan bahwa para peserta berlatih secara rutin untuk menguasai teknik simpul dasar hingga konstruksi yang lebih kompleks.
“Anak-anak tampil sangat luar biasa. Fokus kami bukan hanya kecepatan, tetapi juga ketepatan teknik agar jembatan darurat yang dibangun benar-benar kuat dan fungsional. Kekompakan tim menjadi modal utama dalam lomba ini,” ujar Hendra di lokasi kegiatan.
Kepala MIN 2 Pesisir Selatan, Darwis, N., yang turut memantau jalannya perlombaan, memberikan apresiasi atas semangat dan keberanian para peserta. Menurutnya, keikutsertaan dalam lomba pioneering menjadi sarana efektif dalam melatih keterampilan, kemandirian, serta kerja sama siswa.
“Kami bangga melihat kemampuan dan semangat siswa. Membangun jembatan darurat bukan hal mudah bagi tingkat Madrasah Ibtidaiyah, namun mereka mampu menyelesaikannya dengan baik,” ungkap Darwis.
Ia berharap melalui kegiatan ini, peserta dapat memetik nilai-nilai gotong royong, disiplin, dan ketangkasan dalam menghadapi berbagai tantangan. “Prestasi tentu menjadi harapan, namun pembentukan karakter mandiri dan terampil tetap menjadi tujuan utama,” pungkasnya. (Hendra)