Kayu Kalek, Humas — MTsN 11 Pesisir Selatan kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera Senin pagi di lapangan madrasah, Senin (8/9). Seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Upacara bendera menjadi salah satu sarana pembentukan kedisiplinan dan penanaman rasa cinta tanah air bagi seluruh warga madrasah.
Pada kesempatan kali ini, Megi Deka Putra Hardi, pembina Pramuka MTsN 11 Pesisir Selatan, bertindak sebagai pembina upacara. Pelaksanaan kegiatan diamanahkan kepada siswa kelas 9.5 dengan wali kelas Afriani Zeswita. Para petugas upacara tampak mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari pengibar bendera, pembawa acara, hingga pemimpin upacara.
Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh peserta telah berbaris rapi di bawah arahan Nurnofril, wakil kepala madrasah bidang kehumasan. Kehadiran guru-guru yang mendampingi menambah suasana menjadi lebih tertib dan penuh makna.
Dalam amanatnya, Megi Deka Putra Hardi menekankan pentingnya menaati tata tertib pemakaian atribut madrasah, khususnya seragam Pramuka. Ia menyampaikan bahwa hal kecil seperti berpakaian rapi dan lengkap mencerminkan kedisiplinan serta tanggung jawab seorang siswa.
“Pakailah seragam Pramuka dengan lengkap dan rapi. Jangan lupa memakai kacu, karena kacu adalah bagian penting dari seragam Pramuka,” ujar Megi dengan penuh penekanan.
Beliau menjelaskan, seragam yang lengkap bukan hanya soal penampilan, melainkan juga simbol dari sikap disiplin, kekompakan, dan penghargaan terhadap aturan. Menurutnya, kacu bukan sekadar kain segitiga, tetapi simbol bahwa setiap anggota Pramuka siap belajar, berbuat baik, dan bekerja sama.
“Biasakan memakai seragam Pramuka dengan lengkap, rapi, dan bangga. Tunjukkan bahwa kita semua adalah siswa MTsN 11 Pesisir Selatan yang disiplin,” pesan Megi menutup amanatnya.
Pesan tersebut mendapat respon positif dari siswa. Beberapa tampak mengangguk dan saling mengingatkan teman di sebelahnya agar lebih memperhatikan kelengkapan atribut. Suasana upacara pun terasa semakin khidmat dan edukatif.
Setelah amanat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan seluruh warga madrasah. Upacara ditutup dengan tertib, dan para siswa kembali ke kelas masing-masing dengan barisan rapi.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba 17 Agustus yang sebelumnya diadakan oleh madrasah. Para pemenang tampak gembira saat menerima penghargaan di depan peserta upacara. Tepuk tangan meriah dari teman-teman menambah semangat dan keceriaan pagi itu.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga motivasi agar siswa terus berprestasi. Semangat kompetisi yang sehat diharapkan mampu melahirkan siswa-siswi berprestasi dan berkarakter.(Muffi/Cici)