Painan, Humas -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, membuka secara resmi workshop “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pengembangan Deep Learning dalam Pembelajaran” di MTsN 3 Pesisir Selatan, Jumat (11/07).
Dalam sambutannya, Yufrizal menekankan pentingnya pendidikan berbasis kasih sayang dan empati sebagai fondasi untuk membentuk siswa yang berakhlak dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan lima poin penting untuk guru dan kepala madrasah, mulai dari pentingnya perencanaan pendidikan, kompetensi guru sebagai pembelajar, hingga target menciptakan siswa dengan pola pikir, amal, dan sikap mental yang benar.
"Kurikulum berbasis cinta bukan hanya pendekatan emosional, tetapi strategi pembelajaran yang mengedepankan empati, komunikasi, dan kedekatan antara guru dan siswa. Ini adalah fondasi kokoh untuk melahirkan generasi yang berakhlak dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti seluruh guru MTsN 3 dan menghadirkan narasumber dari Kanwil Kemenag Sumbar. Materi meliputi kurikulum berbasis cinta, deep learning, public speaking, analisis data siswa, dan penggunaan teknologi berbasis AI.
Dalam laporannya, Kepala MTsN 3, Alfauzan, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang humanis, inspiratif, dan adaptif terhadap teknologi pendidikan modern.
"Materi workshop ini akan diperkaya dengan topik-topik seperti public speaking, analisis data belajar siswa, personalisasi materi, dan penerapan sistem evaluasi cerdas yang tujuannya memperkuat kapasitas guru di madrasah ini," terangnya. Lsa/Zn